Tak terasa semua umat muslimat dan muslimin diseluruh dunia kembali merasakan nikmat dan indahnya berkah menyambut Bulan Suci Ramadhan 1430 Hijriah atau tahun 2009 Masehi ini. Berbagai acara penyambutan dilaksanakan oleh berbagai komponen masyarakat di tiap-tiap daerah di seluruh penjuru dunia termasuk di Negara Kesatuan Tercinta Republik Indonesia. Acara-acara tersebut dilakukan demi menyambut Bulan Ramadhan 1430 Hijriah yang sangat dinanti-nanti dan ditunggu-tunggu oleh semua umat di seluruh dunia.
Ketika semua komponen masyarakat telah menjalankan ibadah puasanya masing-masing dengan penuh khidmat dalam iman,ihsan dan Islam, masyarakat Indonesia diuji dengan cobaan yang datang ketika Ramadhan telah menghampiri kita semua yakni Gempa di Tasikmalaya dengan kekuatan 7,3 skala Richter tepatnya pada tanggal 2-September-2009. Tentunya hal ini sangat mengejutkan bangsa Indonesia apalagi pada saat tersebut kita semua masih melaksanakan ibadah puasanya masing-masing.
Ini merupakan panggilan dari Allah SWT yang perlu kita dengarkan dengan kepekaan yang sangat peka melalui penglihatan bathin dan hati kita. Dengan segala sesuatunya yang telah terjadi sampai saat sekarang ini, banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil sekaligus untuk memantapkan kadar keimanan kita di Ramadhan kali ini bahwa sesungguhnya Allah SWT sangatlah perhatian kepada kita karena dengan segala sesuatu yang telah diberikan-Nya kepada kita menunjukkan bahwa Allah SWT ingin menunjukkan seberapa besar rasa kepedulian kita terhadap lingkungan disekitar kita. Dan hal ini harusnya menjadi cambuk pelajaran bagi kita untuk semakin meningkatkan kadar kualitas keimanan kita. Seharusnya kita dapat terus meningkatkan keimanan kita, rasa kepedulian kita terhadap sesama tidak hanya pada saat Bulan Ramadhan saja, namun harus tetap berlanjut untuk kedepannya karena sesungguhnya Ramadhan bukanlah saat untuk menjadi insan yang baik dikala Bulan Suci itu tiba, namun juga harus tetap berjalan dalam kehidupan keseharian kita sebagai manusia ciptaan Allah SWT. Belum tentu Ramadhan yang akan datang, kita bisa merasakannya kembali, itupun terkadang kita begitu larut dengan pekerjaan kita, sekolah kita, atau mungkin malah bermalas-malasan ketika Ramadhan tiba. Maka dari itu, Ramadhan ini harus kita jadikan sebagai tonggak awal untuk merubah perilaku dan kelakuan kita menjadi lebih baik lagi dikedepannya nanti. Apalagi pada 10 malam terakhir di Bulan Ramadhan terdapat malam yang paling mulia daripada 1000 bulan, dimana apabila kita benar-benar berikhtiar dan berdoa serta beritikaf di dalam masjid, kita akan mendapatkan Malam yang disebut sebagai Malam Lailatul Qodar. Pada Malam Lailatul Qodar ini hendaknya kita memminta dengan pintaan sepenuh hati kepada Allahu Rabbi Sang Pencipta dengan penuh kesungguhan karena pada malam tersebut merupakan malam penentuan akan takdir manusia untuk 1 tahun kedepannya. Jikalau tiap-tiap manusia berbuat baik, maka segala sesuatunya akan dilipatgandakan sekehendak Allah SWT, dan begitu pula apabila manusia berperilaku tidak mulia, maka ia akan mendapatkan ganjaran yang berlipat pula dari Allah Azza Wa Jalla.
Maka dari itu, sebelum Ramadhan yang suci ini berlalu begitu saja tanpa bisa kita kembalikan lagi untuk mengubah segala sesuatunya yang telah terjadi sebelumnya, niatkanlah dari dalam hati untuk merubah perlahan-lahan sikap dan perilaku kita menjadi insan yang lebih baik untuk kedepannya agar Ramadhan yang telah kita jalankan benar-benar membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua. Amien.







0 komentar:
Poskan Komentar